Semarang – Program Studi D4 Manajemen dan Administrasi Logistik, Departemen Bisnis dan Keuangan, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan kegiatan guest lecture internasional pada Selasa, 5 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, Profesor Mark Goh dari National University of Singapore Business School dengan tema “AI for SCM: Transforming Operations and Efficiency.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Undip Global Classroom (UGC) yang bertujuan meningkatkan internasionalisasi pembelajaran melalui kolaborasi dengan akademisi global. Kuliah tamu diikuti oleh lebih dari 170 mahasiswa dan dosen dari lingkungan Sekolah Vokasi UNDIP.
Dalam pemaparannya, Prof. Mark Goh menjelaskan bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah sistem supply chain management (SCM) modern. Menurutnya, AI menjadi game changer dalam dunia logistik karena mampu meningkatkan efisiensi, visibilitas, ketahanan rantai pasok, hingga pengambilan keputusan secara real-time.
“AI enables automation, predictive analytics, and data-driven decision making in supply chain operations,” jelas Prof. Goh dalam sesi kuliah.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan AI dalam supply chain management, manfaat utama AI dalam logistik, aplikasi AI dalam rantai pasok, studi kasus implementasi AI, tantangan dan risiko penggunaan AI, hingga tren masa depan dan isu keberlanjutan (sustainability).
Prof. Goh menjelaskan beberapa teknologi utama yang banyak digunakan dalam SCM modern, seperti machine learning, natural language processing (NLP), computer vision, robotic process automation (RPA), hingga integrasi IoT dengan AI untuk pemantauan aset secara real-time dan predictive maintenance.
Selain membahas teori, Prof. Goh juga memaparkan berbagai studi kasus implementasi AI pada perusahaan global. Salah satu contoh yang dibahas adalah penggunaan AI oleh Amazon dalam sistem inventori, robotik gudang, dan optimasi pengiriman. Amazon memanfaatkan AI untuk meningkatkan akurasi peramalan permintaan (demand forecasting) dan efisiensi distribusi barang.
Tidak hanya itu, Prof. Goh turut menampilkan implementasi AI pada DHL yang menggunakan digitalisasi, robotik, dan analitik data untuk meningkatkan produktivitas logistik. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah sistem routing algorithm dan AI berbasis prediksi HS Code untuk mendukung proses kepabeanan dan pengiriman internasional.
Contoh lainnya datang dari Maersk yang memanfaatkan AI dan machine learning untuk digitalisasi proses customs clearance dan komunikasi dengan pelanggan melalui sistem berbasis AI.
Dalam sesi tersebut, Prof. Goh juga menyoroti berbagai tantangan supply chain tradisional, seperti kurangnya visibilitas, fluktuasi permintaan, tingginya biaya operasional, hingga gangguan rantai pasok akibat pandemi dan kondisi geopolitik global. Menurutnya, AI hadir untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan tersebut melalui otomatisasi dan analisis data yang lebih cepat dan akurat.
Meski demikian, Prof. Goh menegaskan bahwa penggunaan AI juga memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu dilakukan secara bijak agar keunggulannya dapat dimaksimalkan dan kelemahannya dapat diminimalkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan global mengenai perkembangan teknologi digital dalam bidang supply chain dan logistik, khususnya terkait pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing industri logistik di masa depan.
Kegiatan guest lecture berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Acara dipandu oleh Annisa Yasmin selaku dosen Departemen Bisnis dan Keuangan, Sekolah Vokasi UNDIP.