SEMARANG – Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik (MAL) melaksanakan kunjungan industri ke Pelindo Terminal Peti Kemas Semarang pada Selasa (5/5/2026) sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Kontainerisasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai sistem dan proses operasional terminal peti kemas secara langsung di lapangan.
Kunjungan diikuti oleh mahasiswa MAL dengan pendampingan dosen pengampu Riandhita Eri Wedani, S.M.B., M.S.M serta dosen praktisi Hari Ratmoko, S.Kom, M.Kom yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) INSA Semarang. Kehadiran dosen praktisi dari industri pelayaran tersebut memberikan perspektif aplikatif yang memperkaya proses pembelajaran.
Rombongan diterima secara resmi oleh Assistant Manager Perencanaan Operasi, Kuntaufan Didik Rachadian, S.ST, MM, yang mewakili manajemen Pelindo Terminal Peti Kemas Semarang, bersama tim staf operasional. Dalam sam
butannya, pihak manajemen menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika operasional di sektor logistik dan kepelabuhanan.
Dalam sesi pemaparan, mahasiswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai fungsi dan peran unit Integrated Planning and Control (IPC) sebagai pusat kendali operasional terminal. Unit ini bertanggung jawab dalam perencanaan aktivitas bongkar muat, pengaturan alokasi peralatan seperti quay crane dan yard equipment, serta pengendalian arus kontainer agar berjalan efisien, aman, dan tepat waktu. Mahasiswa juga dikenalkan pada konsep integrasi sistem informasi yang mendukung pengambilan keputusan operasional secara real-time.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke area container yard. Pada sesi ini, mahasiswa mengamati s
ecara langsung proses penataan kontainer (stacking), pengelolaan kapasitas lapangan (yard occupancy ratio), serta mekanisme pergerakan kontainer menggunakan peralatan seperti reach stacker dan rubber tyred gantry (RTG). Observasi ini memberikan pemahaman nyata mengenai pentingnya efisiensi ruang, akurasi penempatan kontainer, serta penerapan standar keselamatan kerja dalam operasional terminal.
Selanjutnya, mahasiswa diajak mengunjungi area waiting area untuk memahami sistem manajemen antrean kendaraan logistik. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai pengaturan jadwal kedata
ngan truk (truck scheduling system), proses verifikasi dokumen, serta strategi operasional yang diterapkan untuk mengurangi kemacetan dan menekan dwelling time di kawasan terminal. Hal ini menjadi aspek krusial dalam meningkatkan kinerja logistik dan kelancaran arus barang.
Tidak hanya aspek teknis, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai tantangan operasional yang dihadapi terminal peti kemas, seperti fluktuasi volume kontainer, koordinasi antar pemangku kepentingan (shipping line, trucking company, dan otoritas pelabuhan), serta tuntutan digitalisasi dan efisiensi layanan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori yang telah dipelajari di kelas dengan praktik nyata di industri. Kunjungan industri ini juga menjadi bagian dari implementasi strategi link and match yang diusung Program Studi MAL dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan tuntutan dunia kerja.
Ke depan, Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran berbasis industri guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung pengembangan sistem logistik nasional.